Pengertian Motorik Kasar dan Halus serta Cara Mendukung Perkembangannya

Agustus 07, 2021



Orang tua punya kewajiban memastikan anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal. Penting juga untuk memahami pengertian motorik kasar dan halus serta tahu bagaimana cara mendukungnya. Kali ini akan dibahas lebih lengkap mengenai motorik kasar dan halus serta seperti apa langkah yang tepat untuk mendukung keduanya agar berjalan optimal.

Pengertian

Mari dimulai dulu dengan makna dari motorik kasar maupun motorik halus. Motorik kasar bisa dipahami sebagai gerakan tubuh yang akan melibatkan otot-otot besar di seluruh atau sebagian anggota tubuh. Biasanya motorik kasar ini akan dipengaruhi beberapa faktor seperti perkembangan fisik anak, usia, juga bobot tubuh. Contoh motorik kasar yakni kemampuan duduk, gerakan naik serta turun tangga, berlari, dan masih banyak lagi.

Sementara itu motorik halus adalah kemampuan anak yang berkaitan erat dengan keterampilan fisik. Motorik halus lebih banyak melibatkan otot kecil serta koordinasi mata dengan tangan. Contoh motorik halus di antaranya adalah kemampuan anak mengenali warna, menyusun puzzle, memasukkan benda ke dalam lubang, dan masih banyak lagi.

Pengertian motorik kasar dan halus ini penting untuk dipahami oleh orang tua sedini mungkin. Keduanya harus berjalan seimbang demi memastikan anak bertumbuh serta berkembang secara optimal. Baik motorik kasar maupun halus sama-sama memiliki laju perkembangan yang lancar sesuai dengan tahapan usia anak.

Mendukung Motorik Anak

Orang tua bisa memberikan dukungan optimal agar motorik anak berkembang lancar. Tak hanya perlu memenuhi kebutuhan gizi anak, orang tua juga harus memberikan pendampingan dalam setiap proses perkembangan sang buah hati. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendukung perkembangan motorik anak:

1. Berikan Stimulus

Anak sebenarnya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bertumbuh dan berkembang. Namun, kemampuan ini tidak akan bisa berkembang optimal jika tidak ada stimulus dari orang tua. Penting sekali untuk memberikan rangsangan kepada anak agar kemampuan motorik kasar maupun halusnya berkembang.

Sebagai contoh, orang tua harus rajin memberi stimulus agar anak mau merangkak. Ketika anak sudah bisa tengkurap dan mengangkat badannya, coba berikan rangsangan yang akan membuat anak merangkak. Caranya dengan meletakkan beberapa mainan favorit anak di hadapannya sehingga anak akan merangkak untuk meraih mainan tersebut.

2. Ajak Anak Beraktivitas Fisik

Orang tua harus aktif mengajak anak beraktivitas. Aktivitas fisik akan membantu perkembangan motorik kasar dan halus berjalan lancar. Misalnya dengan mengajak anak untuk bermain di halaman, berlarian, memanjat, dan lain sebagainya. Orang tua juga bisa mengajak anak bermain lempar bola atau permainan lain yang bisa melatih otot dan kekuatan fisik si kecil.

3. Berikan Mainan yang Tepat

Perkembangan motorik kasar dan halus juga bisa didukung dengan pemberian jenis mainan yang tepat. Pilihkan mainan yang bisa membantu anak untuk berkembang dengan baik. Misalnya, orang tua dapat mengajak anak bermain balok susun. Ini akan melatih perkembangan motorik halus si kecil dalam menyusun balok sekaligus mengenali berbagai jenis warna.

Puzzle juga bisa jadi jenis mainan yang sangat direkomendasikan untuk melatih perkembangan motorik halus anak. Bahkan untuk bayi newborn pun ada produk buku sensori yang akan mengasah motorik halus. Jadi memang sebenarnya sejak anak dilahirkan orang tua sudah bisa memberikan stimulasi yang tepat.

Itulah pembahasan singkat mengenai pengertian motorik kasar dan halus serta bagaimana cara untuk mendukung keduanya. Fasilitas dan dukungan dari orang tua akan sangat membantu anak tumbuh secara optimal. Imbangi juga dengan mencukupi kebutuhan gizi anak agar pertumbuhannya berjalan lancar.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »